Bandeng Cabut Duri Dikembangkan di Kepulauan Seribu
Bandeng cabut duri kini dikembangkan di gosong (daratan dangkal) Pulau Pramuka di gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Bandeng laut memiliki kelebihan dibandingkan bandeng tambak, terutama rasa lebih gurih, daging lebih padat, bentuk fisik lebih bersih.
Budidaya bandeng laut ini diolah oleh PT Nuansa Ayu Karamba sejak dua tahun lalu. Salah satu yang dikembangkan oleh bandeng cabut duri. Lokasi budidaya bandeng laut ini sering dikunjungi wisatawan yang datang ke Kepulauan Seribu.
“Wisatawan bisa membeli aneka ikan tak hanya bandeng di lokasi dengan harga bersaing dengan pasar di Jakarta. Harga ikan yang kami jual adalah harga bersih. Isi perut sudah dibuang 20 persen,” kata General Manager PT Nuansa Ayu Karamba, Martin Hadinoto kepada Kompas di lokasi di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/6).
Menurut Martin, lulusan Aquaculture Techinal College Perth Australia ini, bandeng laut dibudidayakan di keramba jaring apung (KJA). Panen bandeng laut ini dipanen setiap hari rata-rata 1,5 ton. Harga jual bandeng laut segar Rp 13.000-Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan bandeng cabut duri seharga Rp 40.000/kg. Umumnya bandeng laut ini dilelang di pasar ikan di Jakarta.
Yang istimewa, bandeng laut ini diolah lagi menjadi bandeng cabut duri. Ikan bandeng merupakan jenis ikan spesifik yang mempunyai duri halus yang banyak tersebar di seluruh tubuhnya. Jumlah duri pada ikan bandeng sedikitnya 164. Banyaknya duri pada ikan bandeng merupakan kendala dalam konsumsi. Padahal ikan bandeng termasuk ikan yang rasanya paling enak Bahkan bandeng laut memiliki Omega 3 sebanyak 14,2 persen, lebih tinggi dari ikan salmon yang hidup di laut dalam.
“Yang kami kembangkan adalah bandeng cabut duri dalam bentuk utuh, yang dapat disimpan dalam keadaan dingin maupun beku, tergantung lama penyimpanan,” kata Martin.
Kepala Balai Taman Nasional Laut Kepulaan Seribu, Sumarto mengatakan, ini menunjukkan potensi Kepulauan Seribu sangat besar. Baik dari segi usaha ekonomi bisnis kelautan dan perikanan, penyerapan tenaga kerja lokal maupun transfer pengetahuan kepada masyarakat lokal. “Selain itu lokasi budidaya ini dapat menjadi obyek wisata pendidikan bahari dan konservasi sumber daya alam laut di pulau permukiman,” kata Sumarto.
“Usaha ekonomi ini membangun juga pemulihan lingkungan hidup seperti penanaman hutan pantai, terumbu karang, pelepasan ikan ke alam (restocking),” kata Sumarto.
Sumber: Kompas, Selasa, 12 Juni 2007 – 17:24 wib
Laporan Wartawan Kompas R Adhi Kusumaputra
Oktober 22, 2008 at 11:07 am
Saya sebagai petani tambak Bandeng di Aceh, saat ini sangat mengharapkan perikanan terutama Bandeng bisa di ekspor dan menambah income petani, dan nilai tambah dari bandeng terutama cara cabut duri dari bandeng, sangat berguna bagi petani terutama saya. Kira-kira dimana kami bisa dapat mempelajari cara cabut duri bandeng? Terima kasih atas infonya.
Oktober 23, 2008 at 11:00 am
Terima kasih komentar dan pertanyaannya. Untuk lebih jelasnya Anda mungkin bisa menghubungi PT Nuansa Ayu Karamba. Web http://www.nusafish.com/
Terima kasih
redaksi
Desember 23, 2008 at 11:06 pm
saya ingin memasarkan bandeng cabut duri secara retail. kemana saya bisa menghubungi????