Ghazali Sunting Sri Damayanti
Oktober 14, 2008 in Kabar Kami
Tag:Abdur Rahman Andit, Ahmad Ghozali, IPNU, Pulau Tidung, Sri Damayanti
Pagi itu mungkin pagi paling membahagiakan buat Ahmad Ghozali, salah seorang tim redaksi sekaligus penggagas media ini. Di depan penghulu pada Kamis (2/10) pagi itu ia mengucap akad setia hidup bersama wanita pilihannya Sri Damayanti. Keduanya lahir dan besar di Pulau Tidung. Izal, begitu dia akrab disapa lahir pada 14 September 1982 dan Sri 14 Januari 1982. Meski ada ”insiden” kecil mengenai perbedaan tafsir atas teks akad nikah dari dua tokoh pulau yang hadir, prosesinya berlangsung lancar.
Proses Akad nikah kedua pasangan ini dipimpin Abdul Wahab, penghulu dari Kantor Urusan Agama setempat. Sang wali Saprudin, orang tua Sri yang kemudian diwakilkan Abdur Rahman yang juga masih kerabat.
Puluhan orang menyesaki ruang dalam Mushalla Ar-Rahman Pulau Tidung tempat akad berlangsung yang meluber hingga serambi belakang dan samping. Sebagian mengambil tempat duduk di teras bangunan Sekolah Aliyah tak jauh dari Mushalla.
Memasuki sesi bersalam-salaman dengan keluarga dan tamu yang hadir, aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ini tampak tak bisa menahan rasa haru. Matanya mulai berlinang. Begitupun dengan Sri yang pagi itu tampak anggun mengenakan kebaya putih dan hiasan bunga di kepalanya.
Resepsi pernikahannya sendiri baru dilangsungkan Minggu 5 Oktober, empat hari sesudah hari raya Idul Fitri. Menurut kontributor terumbu online Pulau Tidung, resepsi ini dihadiri beberapa tamu undangan penting, salah satunya Bupati Pulau Seribu Abdur Rahman Andit yang datang dengan menggunakan speedboat dinas. Dari Jakarta ikut bertandang Bestari Barus salah seorang calon anggota legilatif (caleg) DPRD DKI Jakarta Partai Golkar, Ahmad Syukri Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama DKI Jakarta, Karimah Ketua Fatayat NU DKI, Saidah Sahla caleg DPRD DKI dari Partai Demokrat, juga tokoh muda Pulau Seribu Sumarno M. Amin.
”Saya masih pulang pergi ke Pulau Tidung,” jawab Izal saat ditanya tentang rencananya paska pernikahan. Izal sendiri mengaku tak bisa melepaskan pekerjaannya di Jakarta termasuk aktivitas organisasinya.
Beberapa hari sebelum akad dilangsungkan, mantan Ketua Forum Mahasiswa Kepulauan Seribu ini sempat mendapat oleh-oleh ”bacaan” dari seorang tokoh agama di Pulau Tidung sebagai ”langkah persiapan”. Masyarakat pulau mengenai bacaan sebagai zikir atau amalan yang mesti dibaca dengan hitungan atau waktu-waktu tertentu. Begini bunyinya: allahumma janibni as-syaithan wa janib asy-syaithan ma razaktani, ya Allah ya Tuhan ku jauhkan aku dari syaitan, juga dari sesuatu yang telah engkau rizkikan kepadaku. Bung Izal, selamat yah! [alm]
Like this:
Halaman
Arsip
-
Tulisan Terkini
Kategori
-
Komentar Terakhir
johnny on A Trip to Kelapa Island RINA UH on Bandeng Cabut Duri Dikembangka… Achmad Annama on Ghazali Sunting Sri Damay… gojali on Rencana Pembangunan Tiga Pulau… Gojali on Tumpahan Minyak Cemari Kepulau… -
Blog Stats
- 2,981 hits
-
Klik tertinggi
- Tidak ada
Meta
Oktober 14, 2008 at 5:56 pm
Kami dari Portal Berita dan Pariwisata Kepulauan Seribu http://www.pulauseribu.net turut berbahagia dan mengucapakan Selamat Menempuh Hidup Baru kepada kedua mempelai
Oktober 15, 2008 at 6:48 am
tanggal lahirnya bos kok 14 januari 2008 (seharusnya 14 januari 1983). thx hery
November 7, 2008 at 10:02 am
Saya, Achmad Annama Chayat sebagai Wakil Bendahara PP IPNU yang juga Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil Jakut dari Partai GOLKAR mengucapkan Selamat, Baarakallaahu lakum. Semoga Menjadi Keluarga SA MA RA… Amin
13 ACHMAD ANNAMA CHAYAT
(Nomor dan Nama yang harus diingat warga Jakut pada Pemilu 9 April 2009)
http://www.annamaniac.blogspot.com
http://www.kaummudagolkar.blogspot.com