Arus mudik ternyata tidak hanya terjadi di terminal maupun stasiun, karena Pemerintah Kabupaten Adminsitrasi Kep (Pemkab Kep) Seribu tengah berbenah menyambut pemudik. Karena tak sedikit warga Jakarta yang bermukim di Kepulauan Seribu yang merantau ke daratan Jakarta juga berniat mudik. Diperkirakan penyeberangan akan mengalami lonjakan hingga 10 persen. Untuk mengantisipasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan (Pemkab Kep) Seribu menyiagakan 34 kapal ojek dari Pelabuhan Muaraangke dan Pantai Marina Ancol.

Dalam mengamankan arus mudik, 260 petugas gabungan dari Sudin Perhubungan Kep Seribu serta Polres Kep Seribu disebar di sejumlah titik. Peningkatan lalu lintas kapal penyebarangan diperkirakan terjadi pada jalur yang menuju pulau pemukiman seperti Pulau Tidung, Panggang, Pramuka, dan Kelapa.

“Menghadapi kemungkinan lonjakan penumpang yang diprediksi mencapai 10 persen, kami sudah membuat suatu jadwal dan menyiagakan sekitar 34 angkutan kapal baik dari Pelabuhan Muaraangke maupun Pantai Marina Ancol,” jelas Abdul Rachman Andit, Bupati Kepulauan Seribu, Jumat (26/9). Padatnya jalur penyeberangan ini, tidak hanya diisi para pemudik yang datang bersilatuhrahmi ke pulau mengunjungi kerabatnya, ada juga warga Kep Seribu yang berbelanja keperluan Lebaran ke daratan Jakarta.

“Menghadapi kemungkinan lonjakan penumpang yang diprediksi mencapai 10 persen, kami sudah membuat suatu jadwal dan menyiagakan sekitar 34 angkutan kapal baik dari Pelabuhan Muaraangke maupun Pantai Marina Ancol,” Abdul Rachman Andit

Untuk memantau pelayaran kapal penyebarangan rute ke Kep Seribu, pemkab sudah mempersiapkan Posko Transportasi Lebaran Sudin Perhubungan Kepulauan Seribu yang selalu siap 24 jam di posko Marina Jaya Ancol.”Saluran komunikasi akan selalu diaktifkan untuk menjaga-jaga adanya informasi yang masuk, termasuk soal keselamatan penumpang kapal yang hendak ke pulau,” katanya.

Terkait masih banyaknya kapal penumpang yang belum mengindahkan standarisasi alat keselamatan penumpang yaitu kelengkapan jaket pelampung, Abdul Rachman, tidak menampik hal tersebut. Namun, pihaknya sudah melakukan pengarahan kepada pengelola kapal atau nahkoda jauh-jauh hari. “Kami sudah melakukan pembinaan agar mereka melengkapi alat pengamanan dan keselamatan penumpang. Selain itu, kapal mereka juga dilakukan pengecekan kelayakannya,” katanya.

Menurutnya, setiap kapal penumpang harus memiliki setidaknya 100 jaket pelampung atau minimal 75 jaket pelampung. Kalau bisa ditambah dengan pelampung ringboy atau sejenis ban yang ditempatkan sekeliling kapal. “Dengan begitu, penumpang tidak akan khawatir tentang keselamatan. Dan penempatannya harus mudah dilihat dan dijangkau penumpang,” jelasnya.

Untuk angkutan lebaran kali ini, sambungnya, pihaknya sudah memberikan himbauan kepada pengelola atau nahkoda menyiapkan alat keselamatan penumpang. Dan mereka pun menyambut baik, seperti Kapal Bintang Alam I, kini sudah mempunyai 42 jaket pelampung dan dua pelampung ringboy. Begitu juga dengan kapal Satria sudah memiliki 20 jaket pelampung dan satu ringboy.“ Semua itu untuk keselamatan penumpang maupun nahkoda atau crew kapal itu sendiri. Semoga untuk musim mudik tahun ini, aman dan lancar tanpa ada sesuatu yang tidak diinginkan bersama,” harapnya.

Sumber:   http://www.beritajakarta.com, 26-09-2008


  1. kiranya bapak bupati dan jajarannya sudin perhubungan bisa mempercepat pembangunan dermaga pelabuhan di muara angke dan transportasinya yang layak, agar arus orang dan barang bisa lebih lancar guna meningkatkan roda perekonomian masyarakat di kepulauan seribu, karena menurut salah seorang sumber yang bisa di percaya alokasi anggaran untuk pembangunan dermaga pelabuhan warga kep. seribu sudah turun dari tahun 2006. harapan saya tahun depan 2009 pembangunannya sudah selesai sehingga bisa digunakan oleh masyarakat kep.seribu khususnya yang pulang mudik. trims




Leave a Comment