Untuk mengecek kesiapan arus mudik Lebaran, jajaran Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Senin (29/9) siang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Muaraangke, Penjaringan, Jakarta Utara. Sidak yang dipimpin langsung Abdul Rachman Andit, Bupati Kepulauan Seribu dan didampingi Wakil Bupati Asep Syarifudin serta para pejabat jajaran Muspikab Kepulauan Seribu berlangsung cukup antusias. Pasalnya, lonjakan arus pemudik yang berlangsung di Pelabuhan Muaraangke sudah terlihat cukup padat. Bahkan, data yang diterima dari Sudin Perhubungan Kepulauan Seribu, hingga Senin (29/9) siang sedikitnya 34 Kapal Motor (KM) yang biasa beroperasi baik di Pelabuhan Muaraangke maupun Marina itu sudah disiagakan untuk berlayar menuju Kepulauan Seribu dengan kapasitas penumpang lebih dari 10 ribu orang.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Rachman Andit menghimbau kepada nahkoda kapal agar terus meningkatkan keselamatan para penumpang baik mereka yang akan ke darat untuk membeli keperluan makanan persediaan Lebaran maupun yang akan mudik ke pemukiman di Kepulauan Seribu. “Kita meminta kepada nahkoda kapal agar tetap memperhatikan keselamatan penumpang, artinya para nahkoda dan ABK kapal untuk mewaspadai jumlah muatan yang dibawa jangan sampai berlebihan,” tutur Rachman.
Menurutnya, untuk persiapan Lebaran, jajaran Pemkab Kepulauan Seribu telah menurunkan sekitar 400 personil gabungan baik dari Trantib dan Linmas maupun petugas dari TNI dan Polri. “Semuanya kita turunkan untuk menjaga pos-pos keamanan, seperti misalnya di Pelabuhan Muaraangke, dan pulau-pulau padat penduduk seperti Untung Jawa, Kelapa, Pramuka, Panggang, dan Tidung,” terangnya.
Ia mengatakan, padatnya jalur penyeberangan ini, tidak hanya diisi para pemudik yang datang bersilatuhrahmi ke pulau mengunjungi sanak keluarganya, ada juga warga Kepulauan Seribu yang berbelanja keperluan Lebaran ke daratan Jakarta. “Seperti yang kita ketahui, padatnya jalur penyeberangan tidak hanya mereka yang mau berlebaran di kampung halamannya, tetapi banyak juga warga pulau yang semata-mata hanya datang ke darat untuk membeli dan belanja kebutuhan untuk persiapan lebaran,” katanya.
Sementara itu, Asep Syarifudin, Wakil Bupati Kepulauan Seribu mengakui saat ini banyaknya kapal penumpang yang belum memperhatikan standarisasi alat keselamatan penumpang seperti misalnya kelengkapan jaket pelampung. Untuk itu, kata dia, hal itu menjadi tanggung jawab Pemkab Kepulauan Seribu untuk terus mengimbau kepada pengelola kapal atau nahkoda untuk dapat meningkatkan pelayanan bagi para penumpang.
Sementara itu, Suprianto Kepala Suku Dinas Perhubungan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, mengatakan pada hari Lebaran nanti akan terjadi peningkatan pengguna kapal yang hilir mudik dari pelabuhan tradisonal Muara Angke dan Kabupaten Kepulauan Seribu, Untuk itu pihaknya akan memperketat izin pelayaran kapal supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Jumlah kapal angkutan tradisional yang beroperasi di wilayahnya sendiri sebanyak 34 unit. “Semuanya telah dilengkapi dengan standar keamanan,” ungkapnya.
Meskipun demikian acap kali banyak nakhoda dan awak kapal yang menaikkan penumpang melebihi kapasitas yang ditentukan yakni 80 orang. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan, agar setiap palayaran kapal-kapal penumpang tersebut tidak melebihi kapasitas. “Peningkatan arus mudik dengan menggunakan kapal yang akan hilir mudik dari Jakarta ke Pulau Seribu jumlahnya akan meningkat, diperkirakan puncaknya pada H-2, mengingat jarak Jakarta dengan kepulauan seribu tidak terlalu jauh,” pungkasnya.
Pada hari biasa, kapal berangkat pada pukul 07.00 WIB. Sejak adanya lonjakan penumpang menjelang Lebaran ini, kapal sudah mulai lepas tali sejak pukul 03.00 WIB. Yang mengkhawatirkan, puluhan penumpang berada di atap kapal karena tidak dapat tempat di geladak. Bahkan, banyak penumpang anak-anak yang ikut orang tuanya duduk di atap kapal.
“Penumpang sudah diperingati agar tidak memaksakan diri, karena masih ada kapal ojek lain,” ungkap Syarif, petugas daru Unit Pelayanan Teknis (UPT) Laut Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dia menuturkan, karena pengaturan penumpang sangat sulit sehingga yang dapat dilakukannya hanya mencatat jumlah penumpang saja.
Meski telah diperingatkan, kata Syarif, penumpang tetap memaksa naik sehingga kapal terpaksa mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Dia menyesalkan sikap dari pihak terkait yakni Sudin Perhubungan Kepulauan Seribu yang sepertinya lepas tanggung jawab terhadap lonjakan penumpang. “Sejak pukul 03.00 WIB saya berada disini mengatur keberangkatan, sementara dari Sudin Perhubungan tidak pernah nongol,” tuturnya.
Meski telah menambah jumlah kapal yang menyeberang tiap harinya, namun masih saja ada ratusan orang yang tidak terangkut. Akibatnya, mereka yang tidak kebagian kapal terpaksa menunggu hingga pukul 14.00 WIB siang. Bahkan, masih saja ada penumpang yang tidak terangkut sehingga mereka harus menunggu hingga besok pagi. “Saya nginap di sini saja, kalau balik ke rumah khawatir besok tidak kebagian kapal lagi,” kata Mulyani (34) warga Cibitung, Jawa Barat berencana mengisi Lebaran tahun ini bersama keluarga besarnya di Pulau Panggang.
Bersama dua anaknya, ibu muda ini terpaksa menginap di kapal. Padahal, udara laut kurang baik terhadap kesehatan apalagi untuk kedua anaknya. Selain Mulyani, masih banyak lagi penumpang yang terpaksa menginap di pelabuhan tersebut. Sedangkan, di pelabuhan tak tampak posko kesehatan yang sedianya dijanjikan Pemkab untuk membantu penumpang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jawatan Hidro Oceanografi (Janhidros) TNI Angkatan Laut dan Badan Meteorologi Geofisika Jakarta menilai kondisi pasang, serta gelombang laut yang akan melanda Teluk Jakarta pada H-7 dan H+7 Lebaran nanti masih dalam keadaan normal. Ketinggian pasang antara 70 sampai dengan 90 centimeter. Untuk itu bagi mereka yang ingin mudik melintasi jalur tersebut tidak perlu khawatir.
Sumber : BERITAJAKARTA.COM — 29-09-2008 16:07
No Comments Yet