<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Terumbu Online</title>
	<atom:link href="http://terumbuonline.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://terumbuonline.wordpress.com</link>
	<description>Lebih Dekat, Lebih Jujur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Dec 2008 08:14:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='terumbuonline.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Terumbu Online</title>
		<link>http://terumbuonline.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://terumbuonline.wordpress.com/osd.xml" title="Terumbu Online" />
	<atom:link rel='hub' href='http://terumbuonline.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>A Trip to Kelapa Island</title>
		<link>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/12/23/a-trip-to-kelapa-island/</link>
		<comments>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/12/23/a-trip-to-kelapa-island/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 14:33:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>terumbuonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terumbuonline.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Naskah oleh Hery Sutanto Hawa dingin pagi masih tersisa di atas dermaga Muara Angke. Penumpang yang akan menyebrang ke Pulau Seribu tampak ramai terutama kapal rute Muara Angke-Pulau Pramuka. Kebetulan hari itu weekand. Selain penduduk Pulau, kapal ini akan mengangkut para turis lokal berlibur ke pulau yang menjadi pusat pemerintaahan Kabupaten Kepulauan Seribu itu. Di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=111&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Naskah oleh Hery Sutanto</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Hawa dingin pagi masih tersisa di atas dermaga Muara Angke. Penumpang yang akan menyebrang ke Pulau Seribu tampak ramai terutama kapal rute Muara Angke-Pulau Pramuka. Kebetulan hari itu weekand. Selain penduduk Pulau, kapal ini akan mengangkut para turis lokal berlibur ke pulau yang menjadi pusat pemerintaahan Kabupaten Kepulauan Seribu itu. Di sana mereka bisa melakukan snorkling atau diving. Di antara mereka, tampak pula para wisatawan asing.</p>
<p><span id="more-111"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Melihat animo mereka, saya berharap Pulau Pramuka, juga pulau-pulau lainnya terus berbenah dan mempercantik diri agar wisatawan-wisatan bisa lebih banyak lagi berdatangan. Tak hanya nama Pulau Seribu yang terkenal, perkembangan ini tentu saja bisa bedampak pada peningkatan pendapatan masyarakat lokal.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pukul 07.00 kapal yang saya tumpangi meninggalkan dermaga Muara Angke menuju Pulau Kelapa. Oh ya, perjalanan akhir Nopember itu saya lakukan dalam rangka survei masalah-masalah sosial kemasyarakatan dan persiapan masyarakat menghadapi pemilu 2009. Survei digelar lembaga Survei Indonesia (LSI), yang setiap tiga bulan sekali meng-update data survei secara nasional. Pulau Kelapa terpilih dengan metode random sampling. Dan ini perjalanan saya yang ketiga kali.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sesampai di Pulau Kelapa saya langsung diantar salah seorang teman ke kantor lurah. Meski hari libur, wakil lurah rupanya masih menyempatkan diri untuk standby di kantor. Katanya, khawatir jika ada warga yang masih memerlukan pelayanan. ”Luar biasa!” pikir saya. Saya lalu utarakan maksud kedatangan saya sekaligus meminta izin menggelar interview kepada 10 orang masyarakat yang namanya terpilih melalui random. Satu Rukun Tetangga dua orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Sementara yang dibutuhkan, lima RT. Jadi, total responden 10 orang.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Setelah dua hari menyelesaikan interview, saya bergegas merapikan data laporan rapikan sehingga sesampainya di Jakarta langsung bisa diserahkan ke koordinator LSI DKI Jakarta. Usai interview, menjelang senja saya menyempatkan diri ngobrol dengan beberapa orang warga yang kebetulan tengah melakukan transplantasi karang, membuat rumah buatan untuk karang-karang agar ikan-ikan bisa menempatinya. Menurut mereka, karang-karang di wilayah ini banyak yang rusak akibat pengeboman dan ulah orang-orang tak bertanggung jawab. Selain menyediakan rumah bagi ikan-ikan berkembang biak, transplantasi ini bisa jadi alternatif tujuan snorkling dan diving.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Hari menjelang malam. Saya menyelesaikan obrolan dan bergegas ke tempat penginapan di Pulau Harapan. Letak pulau ini tersambung dengan Pulau Kelapa melalui dermaga.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Esok harinya saya meninggalkan dua pulau bertetangga itu. Satu pertanyaan sekaligus harapan masih tersisa: kapan Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Lancang dan pulau-pulau lainnya bisa mengikuti jejak pulau Untung Jawa dan Pulau Pramuka sebagai salah satu pulau tujuan wisata di wilayah kepulauan seribu. Semoga saja tak lama lagi…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/terumbuonline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/terumbuonline.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/terumbuonline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/terumbuonline.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/terumbuonline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/terumbuonline.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/terumbuonline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/terumbuonline.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/terumbuonline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/terumbuonline.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/terumbuonline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/terumbuonline.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/terumbuonline.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/terumbuonline.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=111&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/12/23/a-trip-to-kelapa-island/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f6c7e66952fb9b6a4dc0d5a5addfaf3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">terumbuonline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Coming Home (Bagian Pertama)</title>
		<link>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/11/23/coming-home-bagian-pertama/</link>
		<comments>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/11/23/coming-home-bagian-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 15:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>terumbuonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan kapal]]></category>
		<category><![CDATA[coming home]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Tidung]]></category>
		<category><![CDATA[rawa saban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terumbuonline.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Naskah &#38; Foto : Alamsyah M. Djafar “Kep, pere&#8230;pere&#8230;kep!,” teriak seorang anak buah kapal dari arah samping kiri. Yang diajak bicara seorang lelaki pemegang kemudi di bagian depan kapal. Tak lama raungan mesin yang sedari tadi terdengar menggeredek berhenti. Nahkoda mematikan mesin kapal melalui tuas gas yang ada di sebelah kanan dashboard. Pemandangan itu adalaah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=103&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Naskah &amp; Foto : Alamsyah M. Djafar</p>
<p><a href="http://terumbuonline.files.wordpress.com/2008/11/pulau-tidung.jpg"><img class="size-medium wp-image-104 alignleft" title="pulau-tidung" src="http://terumbuonline.files.wordpress.com/2008/11/pulau-tidung.jpg?w=365&#038;h=274" alt="pulau-tidung" width="365" height="274" /></a>“Kep, pere&#8230;pere&#8230;kep!,” teriak seorang anak buah kapal dari arah samping kiri. Yang diajak bicara seorang lelaki pemegang kemudi di bagian depan kapal. Tak lama raungan mesin yang sedari tadi terdengar menggeredek berhenti. Nahkoda mematikan mesin kapal melalui tuas gas yang ada di sebelah kanan <em>dashboard. </em>Pemandangan itu adalaah wujud kemoderenan. Kapal-kapal pengangkut orang dan barang itu sekarang sudah dilengkapi alat yang menghubungkan langsung dengan ruang mesin seukuran 1X1 meter di perut kapal. Di ruang nahkoda, ada tombol starter, tuas gas, dan <em>handle </em>maju-mundur. Tugas masinis jauh lebih ringan sekarang, hanya perlu mengontrol kondisi mesin.</p>
<p><span id="more-103"></span></p>
<p>Di masa ”jahiliyah”, pengoperasian mesin kapal dilakukan semuanya oleh masinis. Komunikasi nahkoda di atas dengan masinis di bawah dilakukan melalui seutas tali. Ya tali yang dipasang dari tempat nahkoda menjulur hingga ke kamar mesin. Di tempat ini digantungkan lempengan besi, yang di bawahnya terdapat besi bulat sepanjang 30 centimenter berdiameter 2 centimeter yang dipasang searah jarum jam pukul dua siang. Ujung yang satu digantung dengan tali ke langit-langit ruangan. Ujung satunya diikat dengan tali yang menghubungkan ke nahkoda tadi. Dan jika tali ditarik, besi panjang pemukul itu bergerak ke atas dan beradu dengan lempengan besi yang menghasilkan sebuah komunikasi tingkat tinggi. Mirip klenengan di sekolah SD saya. Teng! gigi satu maju. Teng, teng! gigi dua maju dengan kecepan sedang. Teng, teng, teng! mesin maju dalam kecepatan sempurna. Teng, teng, teng, teng! mesin berjalan mundur. Teng, tung, teng, tung, teng, tung! Artinya, nahkoda sedang grogi karena kembang Pulau duduk di sebelahnya. Yang terakhir cuma guyon!</p>
<p>Kapal mulai bergoyang ke kiri-kanan, mengayun, lebih kencang karena dihempas gelombang dengan posisi melintang. Sauh tak dilempar. Kapal dibiarkan mengapung seturut kemauan ombak bulan September. Bibir pantai Muara Saban masih terlihat jelas. Di sebelah barat Pulau Laki memandang bisu. Di timurnya Pulau Lancang seperti ingin berkata: Lama sekali dikau tak ke mari sahabat? Aku rindu!</p>
<p>Si ABK yang tadi berteriak sudah terjun ke laut memeriksa kondisi kemudi dan baling-baling kapal di bawah kapal. “Asnya bermasalah,” kata seorang penumpang kepada beberapa penumpang lain yang tampak bingung dengan situasi yang terjadi. As adalah batang besi berdiameter 3-5 cm yang menyambungkan baling-baling dengan roda gila yang menempel dengan mesin di perut kapal. Panjangnya disesuaikan dengan jarak mesin di perut dengan baling-baling di buritan kapal.</p>
<p>Kapal masih diayun gelombang seperti ayunan ibu muda yang sedang menidurkan anak semata wayangnya. Setengah jam lebih. Bagi penumpang kapal yang sebagian besar penduduk Pulau Tidung, seperti saya, situasi macam begini mungkin bukan masalah berarti. Tak tampak rasa kekhawatiran dari raut sebagian besar penumpang kapal yang mulai diserang kantuk itu. Mereka berbaring serabutan mirip pepes ikan, tak ada celah kosong.  Di bagian tengah, depan, belakang, disesaki sekitar 50-an orang. Anak-anak, laki-laki, perempuan, tua, muda, gado-gado. Ketika mereka tertidur, hanya ada dua tipe yang bisa saya rumuskan untuk melukiskan roman wajah mereka: sebagian wajah antagonis, sebagian lagi protagonis seperti karakter dalam sinetron-sinetron teve yang menyebalkan.</p>
<p>Kami pernah menghadapi situasi lebih mencekam dari itu. Dihempaskan gelombang setinggi satu meter, diguyur air laut, ditendang angin kencang. Dan nahkoda memutuskan untuk berhenti di pulau terdekat menunggu gelombang kembali bersahabat.</p>
<p>Sebagian besar kapal-kapal pengangkut ini tak dilengkapi alat pengaman yang memadai. Kalaupun ada pelampung jumlahnya mungkin tak lebih dari 20 buah, bahkan bisa kurang dari itu. Tak memadai bagi kapasitas angkut maksimum, mungkin, 70-an orang. Entahlah, sampai sekarang saya tak tahu persis berapa sebetulnya kapasitas maksimum kapal-kapal yang rata-rata berukuran 2.5 X 8 meter itu. Mereka sepertinya mengoperasikan berdasarkan pengalaman dan insting.</p>
<p>Bagi sebagian penduduk Pulau Seribu, gelombang yang sedikit mengayun dan minimnya alat pengaman seperti pelampung agaknya tak dianggap masalah pelik sepelik krisis global Amerika yang menghantam sektor kredit perumahan negeri Paman Sam saat ini. Pengalamanlah yang membuat mereka terbiasa, meski saya tahu tak sedikit orang Pulau yang sesungguhnya tak bisa berenang dan ancaman kapal karam bagaimanapun sebuah malapetaka buat mereka. Beberapa kecelakaan terjadi di jalur Rawa Saban-Pulau Seribu ini. Kalau tak salah ingat, sepuluh tahun lalu, ada biduwanita dan beberapa tim orkes dangdut dari Jakarta yang tewas akibat kapal karam setelah menghibur di salah satu pulau di Pulau Seribu. Saudara jauh saya dari Pulau Panggang juga meninggal akibat kapal yang penuh muatan barang dihantam gelombang dari depan.</p>
<p>Raut Noviyana, isteri saya, yang duduk di sebelah wajahnya tampias. Tangannya makin erat memegang dinding kapal yang terbuat dari kayu. Matanya memandangi saya penuh tanya. Ia memangku Kania Alifa Ramadina bocah perempuan lima tahun keponakan kami. “Kapal kenapa Kak?”. “Ada masalah sedikit dengan mesin,” jawab saya menenangkan. Kania bocah itu tampak tak peduli dengan apa yang terjadi. Matanya tetap asyik memandang ke luar. Lebih lama kapal diayun gelombang, lebih bisa ia memejamkan mata.</p>
<p>Isteri saya tak lahir di Pulau Seribu. Berkunjung ke kampung kelahiran saya bisa dihitung jari. Perempuan yang telah hidup bersama saya lebih dari empat tahun ini tak bisa berenang. Mungkin itu alasannya mengapa setiap sebulan sekali ia mengajak saya ke kolam renang.</p>
<p>Setelah menunggu mesin kembali dihidupkan. Tapi suara menggeredek tak hilang sepenuhnya. Mesin tak bekerja prima. Waktu tempuh yang semestinya dicapai dalam 2.5 jam molor hingga 3 jam lebih. Kami tiba di Pulau Tidung pukul 3 sore.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Muara Saban</strong>.</span> Suasana pelabuhan Muara Saban pagi itu Minggu 29 Oktober 2008 berjalan sibuk seperti biasa. Puluhan kuli panggul mengangkut rupa-rupa barang ke kapal-kapal yang menyandar di sebuah dermaga seukuran 3X7 meter yang terbuat dari balok-balok kayu. Mobil-mobil bak terbuka hilir mudik  untuk bongkar pasang muatan. Dua petugas berseragam Dinas Perhubungan yang masih muda saya lihat tampak beralih fungsi menjadi juru parkir. Mengatur dan memberi aba-aba kepada setiap mobil yang datang parkir. Dan betul kata bule-bule itu <em>no free lunch</em>, tak ada yang gratis. Karcis-karcis diberikan, dan itu artinya: bayarlah sesuai tarif!</p>
<p>Rawa Saban seperti juga Muara Angke adalah jalur transportasi Pulau Jawa-Pulau Seribu dengan berbagai tujuan: Pulau Lancang, Pulau Pari, Pulau Payung , Pulau Tidung, Pulau Untung Jawa, Pulau Panggang, Pulau Kelapa. Yang terjauh Pulau Sabira. Tarif kapal bervariasi dari 20 – 40 ribu. Dari tempat inilah, pasokan sembilan bahan pokok dan barang-barang lain masyarakat Pulau Seribu setiap harinya disebrangkan.<br />
Letak Muara yang berdekatan dengan Tanjung Pasir ini ada di utara Pulau Jawa bagian barat yang secara administratif masuk Provinsi Banten. Dari terminal depok, tempat ini bisa ditempuh sekitar 3-4 jam menggunakan angkutan umum. Bisa melalui jalur Kalideres terus membelah Tangerang kota menuju Sepatan, lalu belok kanan menuju Pakuhaji, terus hingga mentok Muara Saban. Bisa pula lewat tol yang keluar di pintu tol menuju Kebon Nanas melewati Pasar Anyar lalu menuju Sepatan dan sesudahnya idem.</p>
<p>Dulu jalan menuju tempat ini tak ubahnya menyebrang pulau: bergelombang. Sekarang lumayan mulus. Waktu jalan itu belum semulus sekarang saya tak bisa membayangkan bagaimana jika sebagian pulau itu benar-benar berhasil “diakuisisi”  Banten seperti berita-berita yang muncul di media waktu itu. Mengurus jalan itu saja belum mampu apalagi menambah pekerjaan dengan mengakuisisi sejumlah pulau. Saya juga ingat sejumlah kasus busung lapar banyak terjadi di wilayah-wilayah yang tak jauh dari Muara Saban ini.<br />
Tak jauh dari dermaga, berdiri sebuah bangunan memanjang ke samping dan tak banyak berubah seperti sembilan tahun silam. Reyot dengan  genting-genting yang kusam. Yang berbeda hanya cat dinding yang tampak baru. Saya heran mengapa pembangunan rupanya tak tertarik pada gedung tua ini.</p>
<p>Bangunan itu dibagi dalam tiga kamar sesuai fungsi dan tanggung jawab. Yang pertama pangkalan tentara untuk urusan laut. Yang kedua dan ketiga untuk dinas perhubungan. Melihatnya selalu mengingatkan saya pada sebuah peristiwa delapan tahun lalu. Waktu itu sekitar 35-an mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Fakultas Dakwah akan menyebrang ke Pulau Tidung untuk menggelar bakti sosial. Seorang petugas, kalau tak salah ingat dari bagian Perhubungan, memanggil saya melalui nahkoda kapal yang akan kami tumpangi agar saya menemuinya di gedung ini.</p>
<p>Sedikit berbasa-basi, akhirnya si petugas langsung ke pokok mas’alah. Ia meminta saya sejumlah uang  karena telah membawa sekitar 35-an mahasiswa menyebrang. Alasannya bebal sekali. Jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan, kecelakaan laut umpamanya, menurutnya ia juga yang bertanggung jawab. Bebal sekali bukan? Tidakkah ia digaji negara justru untuk tanggung jawab ini. “Kalau tak mau tanggung jawab mengapa berani menjadi petugas dinas perhubungan di tempat itu. Copot saja seragam itu. Ganti seragam nelayan atau seragam kuli panggul. Jadi hanya punya tanggung jawab untuk menghitung berapa kilo ikan yang didapat, berapa karung yang berhasil diangkut,” begitu pikir saya. Clear sudah masalahnya. Ini “jatah keamanaan”. Modus korupsi kelas cecurut.</p>
<p>Sebagai mahasiswa yang masa-masa itu hobi turun ke jalan, ego saya mulai naik. Sok mahasiswa, kira-kira begitulah. Bagaimana mungkin saya melakukan praktik yang sudah membuat negeri ini hancur dan karenanya gerakan mahasiswa 1998 dilancarkan. Begitu keyakinan saya. Dan sayapun ingat kata-kata ini, hanya ada satu kata: Lawan!</p>
<p>Saya menolak permintaan petugas. ”Mengapa kami harus bayar lagi. Kami kan sudah bayar karcis penyeberangan,” saya memberi alasan. ”Tapi kan ini karena mas bawa 35 orang. Jadi harus perlu bayar uang penyebrangan lagi. Prosedurnya memang begitu,” katanya medesak dungu. ”Peraturan dari mana pak?” tanya saya. ”Ini peraturan di sini”. ”Bisa saya lihat peraturannya,” saya balik bertanya. Ia tak bisa menunjukkan. Petugas kesal lalu membuat pernyataan ini: Ya sudah kalau begitu. Kalau terjadi apa-apa saya tak akan tanggung jawab! Suaranya tinggi. “Saya akan tanggung  akibatnya,” jawab saya gagah. Aih!</p>
<p>Sejak itulah rasa kesal saya pada seragam-seragam birokrasi makin kronis. Saya sering uring-uringan melihat seragam tentara, polisi, pegawai kelurahan, kecamatan, departemen-departemen, wa akhwatuha, dan sejenisnya. Anda tahu apa alasannya sahabat. Sebab bagi mereka selalu ada satu kata: jika bisa dipersulit mengapa dipermudah? Dont try this at home.  Artinya, jangan menangis di rumah. Eh salah, jangan mencoba ini di rumah.</p>
<p>Kapal yang membawa kami, mahasiswa-mahasiswa sok idealis, alhamdulillah sampai dengan selamat. Tapi sebagian besar mereka jalan sempoyongan menuju tempat menginap karena mabuk laut setibanya di Pulau Tidung.  Keesokan harinya, secara tak kebetulan saya bertemu dengan nahkoda kapal yang waktu itu diminta menyampaikan pesan petugas perhubungan. Kami bertemu di sebuah rumah dekat tempat tinggal saya. Ia mengatakan kalau si petugas itu marah besar. Si petugas juga menanyakan siapa nama dan nama orang tua saya. “Mestinya elu kasih aja Lam” kata menyarankan. Puih! (<em>bersambung)</em></p>
<p>dimuat juga di www.alamsyahdjafar.wordpress.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/terumbuonline.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/terumbuonline.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/terumbuonline.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/terumbuonline.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/terumbuonline.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/terumbuonline.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/terumbuonline.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/terumbuonline.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/terumbuonline.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/terumbuonline.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/terumbuonline.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/terumbuonline.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/terumbuonline.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/terumbuonline.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=103&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/11/23/coming-home-bagian-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f6c7e66952fb9b6a4dc0d5a5addfaf3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">terumbuonline</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://terumbuonline.files.wordpress.com/2008/11/pulau-tidung.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pulau-tidung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Panggang Tekuk Pulau Tidung</title>
		<link>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/11/23/pulau-panggang-tekuk-pulau-tidung/</link>
		<comments>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/11/23/pulau-panggang-tekuk-pulau-tidung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 15:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>terumbuonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Flash]]></category>
		<category><![CDATA[disorda pulau seriu]]></category>
		<category><![CDATA[panggang]]></category>
		<category><![CDATA[pulau seribu]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Tidung]]></category>
		<category><![CDATA[wakil bupati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terumbuonline.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Laporan Sepak Bola Remaja Piala Bupati Kedua 2008 Naskah : Ahmad Gozali Dalam ajang yang digelar Kasi Disorda Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu itu, Pulau Tim Sepak Bola Remaja Pulau Tidung meski mengakui keunggulan lawannya dari Pulau Panggang. Mereka kalah telak 3:0 di babak final. Pada babak semi final, pemenang Pool A ini bertemu dengan runner [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=99&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Laporan Sepak Bola Remaja Piala Bupati Kedua 2008<br />
<span style="color:#ff0000;"><br />
</span></strong><span style="color:#ff0000;">Naskah : Ahmad Gozali</span></p>
<p>Dalam ajang yang digelar Kasi Disorda Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu itu, Pulau Tim Sepak Bola Remaja Pulau Tidung meski mengakui keunggulan lawannya dari Pulau Panggang. Mereka kalah telak 3:0 di babak final. Pada babak semi final, pemenang Pool A ini bertemu dengan runner up Pool B Pulau Untung Jawa. Sedang juara Pool B Kelurahan Pulau pangggang bertemu dengan runner up Kelurahan Pulau Kelapa. Dengan begitu Juara I dipegang Kelurahan Pulau Panggang, Juara II Kelurahan Pulau Tidung, Juara III Kelurahan Pulau Kelapa dan Juara Harapan I Keluarahan Pulau Untung Jawa.</p>
<p>Pertandingan sepak bola ini berlangsung sejak 10-14 Nopember 2008 di Stadion Sepak Bola Pulau Tidung. Diikuti enam kontingen. Kegiatan dibuka Wakil Bupati Kepulauan Seribu itu berlangsung meriah. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/terumbuonline.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/terumbuonline.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/terumbuonline.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/terumbuonline.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/terumbuonline.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/terumbuonline.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/terumbuonline.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/terumbuonline.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/terumbuonline.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/terumbuonline.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/terumbuonline.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/terumbuonline.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/terumbuonline.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/terumbuonline.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=99&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/11/23/pulau-panggang-tekuk-pulau-tidung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f6c7e66952fb9b6a4dc0d5a5addfaf3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">terumbuonline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>45 Guru Kepulauan Seribu akan Tonton Laskar Pelangi</title>
		<link>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/31/45-guru-kepulauan-seribu-tonton-laskar-pelangi/</link>
		<comments>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/31/45-guru-kepulauan-seribu-tonton-laskar-pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 13:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>terumbuonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Flash]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Pulau Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[Laskar Pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[nontonbareng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terumbuonline.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Seperti dilaporkan kontributor terumbu online Ahmad Ghozali, sekitar 45 guru tingkat SLTP dan SLTA akan menikmati Laskar Pelangi. Mereka terdiri dari masing-masing satu kepala sekolah dan dua guru di setiap sekolah SLTP dan SLTA se-Kepulauan Seribu. Kegiatan yang difasilitasi Cahaya Guru, sebuah lembaga di Jakarta yang concern pada pengembangan kualitas guru, ini akan dilaksanakan Minggu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=93&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti dilaporkan kontributor <em>terumbu online </em>Ahmad Ghozali, sekitar 45 guru tingkat SLTP dan SLTA akan menikmati Laskar Pelangi.  Mereka terdiri dari masing-masing satu kepala sekolah dan dua guru di setiap sekolah SLTP dan SLTA se-Kepulauan Seribu. Kegiatan yang difasilitasi Cahaya Guru, sebuah lembaga di Jakarta yang <em>concern </em>pada pengembangan kualitas guru, ini akan dilaksanakan Minggu Pagi di Planet Hollywood Jakarta. Itu bagian dari program Cahaya Guru dalam rangka peningkatan motivasi terhadap guru-guru di Kepulauan Seribu.</p>
<p><span id="more-93"></span>Laskar Pelangi merupakan film besuta sutradara Riri Reza dan produser Mira Lesmana. Berdurasi 125 menit dan menghabiskan biaya 8 milyar, film ini bercerita tentang kehidupan 10 anak-anak belitung yang miskin tapi punya semangat kuat untuk sekolah. Tak putus asa dengan kemelaratan yang seolah mendarah daging. Salah satunya tokoh Lintang yang harus memacu sepeda kumbangnya berkilo-kilo untuk sampai disekolah. Melewati buaya rawa dan rerumputan yang panjang. Sekolah mereka persis kandang kambing! Selama 4 hari sesudah pemutaran perdana 25 September 2008, jumlah penonton Laskar Pelangi mencapai 370 ribu penonton, jumlah penonton akhir pekan pertama terbesar di tanah air.</p>
<p>Acara nonton bareng guru-guru rencananya akan dihadiri Bupati Kepulauan Seribu Abdurrahman Andit dan beberapa pejabat terkait. Semoga mereka mengambil film inspirasi dari film yang hingga awal oktober ini sudah tembus 1.3 juta penonton ini [alm/izl]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/terumbuonline.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/terumbuonline.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/terumbuonline.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/terumbuonline.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/terumbuonline.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/terumbuonline.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/terumbuonline.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/terumbuonline.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/terumbuonline.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/terumbuonline.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/terumbuonline.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/terumbuonline.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/terumbuonline.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/terumbuonline.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=93&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/31/45-guru-kepulauan-seribu-tonton-laskar-pelangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f6c7e66952fb9b6a4dc0d5a5addfaf3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">terumbuonline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Camat Kepulauan Seribu Selatan Dilantik</title>
		<link>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/29/camat-kepulauan-seribu-selatan-dilantik/</link>
		<comments>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/29/camat-kepulauan-seribu-selatan-dilantik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 14:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>terumbuonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Flash]]></category>
		<category><![CDATA[Camat Kepulauan Seribu Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Seribu Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Satriadi Gunawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terumbuonline.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Bertempat di ruang Pola Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pelantikan Camat yang baru digelar sekitar pukul 14.00 WIB. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kepulauan Seribu, para kepala suku dinas, dan beberapa lurah. Kepada peserta yang hadir Satriadi Gunawan nama lengkap pejabat puncak di Lingkungan Kecamatan Kelurahan Kepulauan Seribu Selatan ini berjanji tak akan membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=89&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertempat di ruang Pola Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pelantikan Camat yang baru digelar sekitar pukul 14.00 WIB. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kepulauan Seribu, para kepala suku dinas, dan beberapa lurah.</p>
<p>Kepada peserta yang hadir Satriadi Gunawan nama lengkap pejabat puncak di Lingkungan Kecamatan Kelurahan Kepulauan Seribu Selatan ini berjanji tak akan membuat dirinya, keluarga, dan yang menunjuknya malu. &#8220;Sebab jabatan ini adalah amanah,&#8221; kata suami Nurmala ini.</p>
<p><span id="more-89"></span></p>
<p>Satriadi kelahiran Jakarta 36 tahun lalu. Pria keturunan Cirebon ini anak pertama dari empat bersaudara. [izl/alm]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/terumbuonline.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/terumbuonline.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/terumbuonline.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/terumbuonline.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/terumbuonline.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/terumbuonline.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/terumbuonline.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/terumbuonline.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/terumbuonline.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/terumbuonline.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/terumbuonline.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/terumbuonline.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/terumbuonline.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/terumbuonline.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=89&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/29/camat-kepulauan-seribu-selatan-dilantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f6c7e66952fb9b6a4dc0d5a5addfaf3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">terumbuonline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaji Guru Honor di Pulau Seribu Bakal Ditambah</title>
		<link>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/29/gaji-guru-honor-di-pulau-seribu-bakal-ditambah/</link>
		<comments>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/29/gaji-guru-honor-di-pulau-seribu-bakal-ditambah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 13:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>terumbuonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pendidikan Pulau Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[Gaji Guru]]></category>
		<category><![CDATA[kepulauan seribu]]></category>
		<category><![CDATA[Misri Tabrani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terumbuonline.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[  Gaji guru honorer di Kabupaten Administrasi Kepuluan Seribu hingga saat ini masih memprihatinkan. Betapa tidak, setiap guru rata-rata hanya menerima Rp 600 ribu per bulan, itu pun harus dirapel enam bulan sekali dan hanya berlaku bagi guru honorer di sekolah negeri saja. Bagi guru honorer di sekolah swasta, nasibnya jauh lebih parah. Mereka hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=85&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Gaji guru honorer di Kabupaten Administrasi Kepuluan Seribu hingga saat ini masih memprihatinkan. Betapa tidak, setiap guru rata-rata hanya menerima Rp 600 ribu per bulan, itu pun harus dirapel enam bulan sekali dan hanya berlaku bagi guru honorer di sekolah negeri saja. Bagi guru honorer di sekolah swasta, nasibnya jauh lebih parah. Mereka hanya menerima Rp 75 ribu per bulan dan diterima setiap tiga bulan sekali.</p>
<p>Melihat keprihatinan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Administrasi Kepulauan Seribu tergugah untuk menaikkan kesejahteraan para guru honorer tersebut. Rencanannya, gaji guru honorer tersebut akan ditambah dan disejajarkan antara guru honorer di sekolah swasta dan negeri.</p>
<p><span id="more-85"></span></p>
<p>Mengenai besaraanya, Abdul Rachman Andit, Bupati Kepulauan Administrasi Kepulauan Seribu, mengatakan, saat ini draf kebijakan tersebut masih dalam pembahasan perencanaan. Kemungkinan, kata Andit, besaran gajinya sebesar Rp 1.800.000 per bulan.</p>
<p>&#8220;Ini sedang kita bahas dan itu akan berlaku bagi semua guru honorer swasta maupun negeri,&#8221; kata Andit, pada rapat kerja Dewan Pendidikan Kepulauan Seribu di Hotel Mega Matra, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (1/8).</p>
<p>Untuk merealisasikan rencana ini, Pemkab Pulau Seribu rencananya akan menggandeng mitra swasta. Karena itu, Andit berharap dengan adanya penyetaraan gaji ini, dedikasi guru honorer di Kabupaten Pulau Seribu dapat meningkat, begitu pula dengan kualitas pendidikannya. &#8220;Masalah psikologis bisa jadi menjadi faktor kurang semangatnya para guru honor mengajar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Saat ini, di Kabupaten Kepulauan Seribu terdapat 34 sekolah negeri dan 9 sekolah swasta. Sedangkan tenga pengajarnya terdapat 47 guru dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 124 guru berstatus guru honorer yang terdiri atas 55 orang guru honorer sekolah swasta dan 69 orang guru sekolah negeri.</p>
<p>Sementara itu, Misri Tabrani, Ketua Dewan Pendidikan Kepulauan Seribu, mengatakan, tambahan upah bagi guru honor bukan menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Selama ini, Pemkab selalu berpikir instan seperti orientasi pembangunan yang melulu meningkatkan tampilan fisik bukan kepada membangun mentalitas guru dan mencari konsep tepat pendidikan yang seharusnya menjadi agenda utama.</p>
<p>&#8220;Tujuh tahun berdirinya kabupaten belum dapat memberikan perubahan kongkrit yang terjadi hanya peningkatan daya tampil fisik bukan peningkatan mentalitas tenaga pengajar, sehingga wajar pendidikan di Kepulauan Seribu seperti jalan di tempat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sumber: BERITAJAKARTA.COM — 01-08-2008 15:45</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/terumbuonline.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/terumbuonline.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/terumbuonline.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/terumbuonline.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/terumbuonline.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/terumbuonline.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/terumbuonline.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/terumbuonline.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/terumbuonline.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/terumbuonline.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/terumbuonline.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/terumbuonline.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/terumbuonline.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/terumbuonline.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=85&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/29/gaji-guru-honor-di-pulau-seribu-bakal-ditambah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f6c7e66952fb9b6a4dc0d5a5addfaf3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">terumbuonline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tumpahan Minyak Cemari Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/20/tumpahan-minyak-cemari-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/20/tumpahan-minyak-cemari-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 13:12:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>terumbuonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati]]></category>
		<category><![CDATA[CNOOC]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pulau seribu]]></category>
		<category><![CDATA[tumpahan minyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terumbuonline.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Perairan bagian selatan Kepulauan Seribu tercemar oleh tumpahan minyak mentah. Belum diketahui asal tumpahan minyak tersebut, dan hingga kini penanganan akibat tumpahan masih berlangsung. Bupati Pulau Seribu Rahman Andit mengatakan, tumpahan minyak itu terjadi sejak Kamis lalu. Cairan itu menggenang di sekitar empat pulau yang ada di Kepulauan Seribu Selatan, yakni Pulau Pari, Pulau Tikus, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=79&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://terumbuonline.files.wordpress.com/2008/10/pulau-seribu.gif"><img class="size-medium wp-image-80 alignleft" title="pulau-seribu" src="http://terumbuonline.files.wordpress.com/2008/10/pulau-seribu.gif?w=266&#038;h=189" alt="" width="266" height="189" /></a>Perairan bagian selatan Kepulauan Seribu tercemar oleh tumpahan minyak mentah. Belum diketahui asal tumpahan minyak tersebut, dan hingga kini penanganan akibat tumpahan masih berlangsung.</p>
<p>Bupati Pulau Seribu Rahman Andit mengatakan, tumpahan minyak itu terjadi sejak Kamis lalu. Cairan itu menggenang di sekitar empat pulau yang ada di Kepulauan Seribu Selatan, yakni Pulau Pari, Pulau Tikus, Pulau Burung, dan Pulau Payung.</p>
<p><span id="more-79"></span></p>
<p>&#8220;Cairan karbol atau minyak mentah setebal 1 hingga 20 sentimeter menggenang sejauh dua meter dari bibir pantai Pulau Pari,&#8221; kata Rahman melalui sambungan telepon, Minggu (19/10).</p>
<p>Pulau Pari adalah pulau berpenduduk sekitar 150 kepala keluarga yang tergabung dalam satu rukun warga. Pulau lain yang berpenghuni adalah Pulau Payung dengan jumlah penduduk sekitar 20 kepala keluarga. Sedangkan Pulau Tikus dan Pulau Burung tidak berpenghuni.</p>
<p>Menurut Rahman, tim gabungan dari pemerintah kabupaten, kepolisian, badan pengelola lingkungan hidup, dan dinas perhubungan telah diturunkan di lokasi kejadian. &#8220;Sabtu lalu kami sudah mengambil sampel (untuk diteliti),&#8221; katanya.</p>
<p>Aparat dibantu warga dan salah satu perusahaan minyak yang beroperasi di Kepulauan Seribu, CNOOC, bekerja sama menanggulangi tumpahan minyak. Keterlibatan CNNOC, kata Rahman, karena itu merupakan tanggung jawabnya.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan aturan migas, operator atau perusahaan minyak terdekat harus bergerak menangani,&#8221; ujarnya. &#8220;Walau bukan minyak dia yang tumpah, tetapi harus ikut menanggulangi dan mengatasi karena keadaan darurat.&#8221;</p>
<p>Rahman sendiri belum bisa memastikan asal atau sumber minyak yang tumpah tersebut. &#8220;Selama ini angin dari arah timur, jadi mungkin saja berasal dari Indramayu atau tempat mengolah minyak Balongan,&#8221; ujarnya. Rahman telah meminta aparat berwenang menyelidiki dan mengusut asal tumpahan minyak tersebut.</p>
<p>Rahman hanya bisa menghimbau warga Kepulauan Seribu, terutama yang berada di bagian selatan untuk berhati-hati terhadap efek tumpahan minyak pada keramba atau tambak mereka. &#8220;Hingga saat ini belum diketahui jumlah kerugiannya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.tempo.co.id/">http://www.tempo.co.id/</a>, Minggu, 19 Oktober 2008 | 14:37 WIB<br />
Foto: Alam/Terumbu Online (sekadar ilustrasi)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/terumbuonline.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/terumbuonline.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/terumbuonline.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/terumbuonline.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/terumbuonline.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/terumbuonline.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/terumbuonline.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/terumbuonline.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/terumbuonline.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/terumbuonline.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/terumbuonline.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/terumbuonline.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/terumbuonline.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/terumbuonline.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=79&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/20/tumpahan-minyak-cemari-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f6c7e66952fb9b6a4dc0d5a5addfaf3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">terumbuonline</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://terumbuonline.files.wordpress.com/2008/10/pulau-seribu.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pulau-seribu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketua NU Pulau Seribu: IPNU Harus Kawal Tradisi NU</title>
		<link>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/18/ketua-nu-pulau-seribu-ipnu-harus-kawal-tradisi-nu/</link>
		<comments>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/18/ketua-nu-pulau-seribu-ipnu-harus-kawal-tradisi-nu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 13:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>terumbuonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Flash]]></category>
		<category><![CDATA[IPNU]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[NU Pulau Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[pengkafiran]]></category>
		<category><![CDATA[pulau seribu]]></category>
		<category><![CDATA[Tahlilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terumbuonline.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Ekspansi gerakan keagamaan yang dianggap mengancam tradisi warga Nahdliyin tampaknya merata di kota-kota besar hingga pelosok. Itu juga dirasakan masyarakat Pulau Seribu. ”Mereka mulai berani mengharamkan tradisi yang selama ini dipraktikan kalangan Nahdlatul Ulama seperti tahlil atau ziarah kubur di masyarakat pulau,” kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Nahdlatul Ulama Kepulauan Seribu Mawardi Abdul Ghani. Itu disampaikannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=73&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://terumbuonline.files.wordpress.com/2008/10/buka_puasa_ipnu.gif"><img class="alignleft size-large wp-image-74" title="buka_puasa_ipnu" src="http://terumbuonline.files.wordpress.com/2008/10/buka_puasa_ipnu.gif?w=322&#038;h=241" alt="" width="322" height="241" /></a>Ekspansi gerakan keagamaan yang dianggap mengancam tradisi warga Nahdliyin tampaknya merata di kota-kota besar hingga pelosok. Itu juga dirasakan masyarakat Pulau Seribu. ”Mereka mulai berani mengharamkan tradisi yang selama ini dipraktikan kalangan Nahdlatul Ulama seperti tahlil atau ziarah kubur di masyarakat pulau,” kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Nahdlatul Ulama Kepulauan Seribu Mawardi Abdul Ghani. Itu disampaikannya saat menjadi narassumber dalam acara Silaturrahim dan Buka Puasa Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kepulauan Seribu di Gedung Yayasan Ar-Rahman Pulau Tidung, Minggu (28/10).</p>
<p><span id="more-73"></span><br />
Dalam amatan Mawardi, gerakan ini dibawa oleh mahasiswa yang tengah kuliah di Jakarta dan aktif di gerakan dakwah kampus. Mereka, tambahnya, juga berkembang melalui gerakan partai.  Mawardi mengaku sempat mendapat SMS (<em>short message service</em>) dari salah seorang lurah yang isinya mengharamkan tradisi tahlilan. ”Jadi saya bilang saja ke para pejabat, kalau begitu biar tidak berbenturan masing-masing mengurus urusannya. Yang pemerintah mengurus pemerintah, yang agamawan <em>ngurus </em>dakwah. Jangan campur aduk,” ia bercerita.</p>
<p>Karena itu, menurut mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Ciputat ini, IPNU selayaknya menjadi organisasi anak-anak muda NU yang mengawal dan terus mengembangkan tradisi yang selama ini berkembang di lingkungan Nahldliyin. IPNU bisa menjajga agar kader-kadernya tak terjebak dalam gerakan ini.</p>
<p>Soal menjaga tradisi, tokoh muda Pulau Tidung Alamsyah M. Dja’far juga segendang sepenarian. Menurutnya tradisi-tradisi yang berkembang itu sesungguhnya memiliki nilai dan spirit yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. ” Tahlilan misalnya. Ia tidak sekadar ritual keagamaaan, tapi juga forum urun rembuk untuk soal-soal sosial maupun ekonomi masyarakat. Di forum ini bapak-bapak kita dulu sering mendiskusikan dan sharing pengalaman tentang strategi meningkatkan hasil tangkapan,” katanya memberi contoh.</p>
<p>Di tengah maraknya gerakan yang eksklusif (tertutup), IPNU menurut Alam, sapaan akrab Alamsyah, juga bisa menjadi kelompok yang mengembangkan pemikiran dan sikap keagamaan yang lebih moderat, terbuka, tidak ekstrim. Sebab ciri khas keagamaan NU adalah sikap keagamaan yang toleran (<em>tasamuh</em>) kepada beragam perbedaan.</p>
<p>Ia menjelaskan, dalam NU tradisi toleransi ini tampak dalam corak fikih yang elastis dan kontekstual seperti yang muncul dalam kaidah -kaidah fikihnya. Kegiatan sore itu dihadiri lebih dari 30 orang pelajar putera-puteri. Dari pihak pemerintah, Sarjono hadir mewakili Lurah Pulau Tidung. Mewakili pemerintah setempat, ia menyambut baik kegiatan ini dan berharap kader-kader IPNU juga bisa berkiprah lebih jauh untuk memberi sumbangsih bagi kehidupan masyarakat Pulau Tidung secara bersama-sama. [alm]</p>
<p>Foto: Izal/Terumbu Online</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/terumbuonline.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/terumbuonline.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/terumbuonline.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/terumbuonline.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/terumbuonline.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/terumbuonline.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/terumbuonline.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/terumbuonline.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/terumbuonline.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/terumbuonline.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/terumbuonline.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/terumbuonline.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/terumbuonline.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/terumbuonline.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=73&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/18/ketua-nu-pulau-seribu-ipnu-harus-kawal-tradisi-nu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f6c7e66952fb9b6a4dc0d5a5addfaf3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">terumbuonline</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://terumbuonline.files.wordpress.com/2008/10/buka_puasa_ipnu.gif?w=460" medium="image">
			<media:title type="html">buka_puasa_ipnu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bupati Kepulauan Seribu Sidak Pelabuhan Muaraangke</title>
		<link>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/16/bupati-kepulauan-seribu-sidak-pelabuhan-muaraangke/</link>
		<comments>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/16/bupati-kepulauan-seribu-sidak-pelabuhan-muaraangke/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 12:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>terumbuonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>
		<category><![CDATA[Abdurrahman Andit]]></category>
		<category><![CDATA[Muara Angke]]></category>
		<category><![CDATA[Sidak Bupati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terumbuonline.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengecek kesiapan arus mudik Lebaran, jajaran Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Senin (29/9) siang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Muaraangke, Penjaringan, Jakarta Utara. Sidak yang dipimpin langsung Abdul Rachman Andit,  Bupati Kepulauan Seribu dan didampingi Wakil Bupati Asep Syarifudin serta para pejabat jajaran Muspikab Kepulauan Seribu berlangsung cukup antusias. Pasalnya, lonjakan arus pemudik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=71&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mengecek kesiapan arus mudik Lebaran, jajaran Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Senin (29/9) siang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Muaraangke, Penjaringan, Jakarta Utara. Sidak yang dipimpin langsung Abdul Rachman Andit,  Bupati Kepulauan Seribu dan didampingi Wakil Bupati Asep Syarifudin serta para pejabat jajaran Muspikab Kepulauan Seribu berlangsung cukup antusias. Pasalnya, lonjakan arus pemudik yang berlangsung di Pelabuhan Muaraangke sudah terlihat cukup padat. Bahkan, data yang diterima dari Sudin Perhubungan Kepulauan Seribu, hingga Senin (29/9) siang sedikitnya 34 Kapal Motor (KM) yang biasa beroperasi baik di Pelabuhan Muaraangke maupun Marina itu sudah disiagakan untuk berlayar menuju Kepulauan Seribu dengan kapasitas penumpang lebih dari 10 ribu orang.</p>
<p><span id="more-71"></span></p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Abdul Rachman Andit menghimbau kepada nahkoda kapal agar terus meningkatkan keselamatan para penumpang baik mereka yang akan ke darat untuk membeli keperluan makanan persediaan Lebaran maupun yang akan mudik ke pemukiman di Kepulauan Seribu. &#8220;Kita meminta kepada nahkoda kapal agar tetap memperhatikan keselamatan penumpang, artinya para nahkoda dan ABK kapal untuk mewaspadai jumlah muatan yang dibawa jangan sampai berlebihan,&#8221; tutur Rachman.</p>
<p>Menurutnya, untuk persiapan Lebaran, jajaran Pemkab Kepulauan Seribu telah menurunkan sekitar 400 personil gabungan baik dari Trantib dan Linmas maupun petugas dari TNI dan Polri. &#8220;Semuanya kita turunkan untuk menjaga pos-pos keamanan, seperti misalnya di Pelabuhan Muaraangke, dan pulau-pulau padat penduduk seperti Untung Jawa, Kelapa, Pramuka, Panggang, dan Tidung,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ia mengatakan, padatnya jalur penyeberangan ini, tidak hanya diisi para pemudik yang datang bersilatuhrahmi ke pulau mengunjungi sanak keluarganya, ada juga warga Kepulauan Seribu yang berbelanja keperluan Lebaran ke daratan Jakarta. &#8220;Seperti yang kita ketahui, padatnya jalur penyeberangan tidak hanya mereka yang mau berlebaran di kampung halamannya, tetapi banyak juga warga pulau yang semata-mata hanya datang ke darat untuk membeli dan belanja kebutuhan untuk persiapan lebaran,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Asep Syarifudin, Wakil Bupati Kepulauan Seribu mengakui saat ini banyaknya kapal penumpang yang belum memperhatikan standarisasi alat keselamatan penumpang seperti misalnya kelengkapan jaket pelampung. Untuk itu, kata dia, hal itu menjadi tanggung jawab Pemkab Kepulauan Seribu untuk terus mengimbau kepada pengelola kapal atau nahkoda untuk dapat meningkatkan pelayanan bagi para penumpang.</p>
<p>Sementara itu, Suprianto Kepala Suku Dinas Perhubungan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, mengatakan pada hari Lebaran nanti akan terjadi peningkatan pengguna kapal yang hilir mudik dari pelabuhan tradisonal Muara Angke dan Kabupaten Kepulauan Seribu, Untuk itu pihaknya akan memperketat izin pelayaran kapal supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Jumlah kapal angkutan tradisional yang beroperasi di wilayahnya sendiri sebanyak 34 unit. &#8220;Semuanya telah dilengkapi dengan standar keamanan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Meskipun demikian acap kali banyak nakhoda dan awak kapal yang menaikkan penumpang melebihi kapasitas yang ditentukan yakni 80 orang. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan, agar setiap palayaran kapal-kapal penumpang tersebut tidak melebihi kapasitas. &#8220;Peningkatan arus mudik dengan menggunakan kapal yang akan hilir mudik dari Jakarta ke Pulau Seribu jumlahnya akan meningkat, diperkirakan puncaknya pada H-2, mengingat jarak Jakarta dengan kepulauan seribu tidak terlalu jauh,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Pada hari biasa, kapal berangkat pada pukul 07.00 WIB. Sejak adanya lonjakan penumpang menjelang Lebaran ini,  kapal sudah mulai lepas tali sejak pukul 03.00 WIB. Yang mengkhawatirkan, puluhan penumpang berada di atap kapal karena tidak dapat tempat di geladak. Bahkan, banyak penumpang anak-anak yang ikut orang tuanya duduk di atap kapal.</p>
<p>&#8220;Penumpang sudah diperingati agar tidak memaksakan diri, karena masih ada kapal ojek lain,&#8221; ungkap Syarif, petugas daru Unit Pelayanan Teknis (UPT) Laut Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dia menuturkan, karena pengaturan penumpang sangat sulit sehingga yang dapat dilakukannya hanya mencatat jumlah penumpang saja.</p>
<p>Meski telah diperingatkan, kata Syarif, penumpang tetap memaksa naik sehingga kapal terpaksa mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Dia menyesalkan sikap dari pihak terkait yakni Sudin Perhubungan Kepulauan Seribu yang sepertinya lepas tanggung jawab terhadap lonjakan penumpang. &#8220;Sejak pukul 03.00 WIB saya berada disini mengatur keberangkatan, sementara dari Sudin Perhubungan tidak pernah nongol,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Meski telah menambah jumlah kapal yang menyeberang tiap harinya, namun masih saja ada ratusan orang yang tidak terangkut. Akibatnya, mereka yang tidak kebagian kapal terpaksa menunggu hingga pukul 14.00 WIB siang. Bahkan, masih saja ada penumpang yang tidak terangkut sehingga mereka harus menunggu hingga besok pagi. &#8220;Saya nginap di sini saja, kalau balik ke rumah khawatir besok tidak kebagian kapal lagi,&#8221; kata Mulyani (34) warga Cibitung, Jawa Barat berencana mengisi Lebaran tahun ini bersama keluarga besarnya di Pulau Panggang.</p>
<p>Bersama dua anaknya, ibu muda ini terpaksa menginap di kapal. Padahal, udara laut kurang baik terhadap kesehatan apalagi untuk kedua anaknya. Selain Mulyani, masih banyak lagi penumpang yang terpaksa menginap di pelabuhan tersebut. Sedangkan, di pelabuhan tak tampak posko kesehatan yang sedianya dijanjikan Pemkab untuk membantu penumpang.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Jawatan Hidro Oceanografi (Janhidros) TNI Angkatan Laut dan Badan Meteorologi Geofisika Jakarta menilai kondisi pasang, serta gelombang laut yang akan melanda Teluk Jakarta pada H-7 dan H+7 Lebaran nanti masih dalam keadaan normal. Ketinggian pasang antara 70 sampai dengan 90 centimeter. Untuk itu bagi mereka yang ingin mudik melintasi jalur tersebut tidak perlu khawatir.</p>
<p class="MsoNormal">Sumber : BERITAJAKARTA.COM — 29-09-2008 16:07</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/terumbuonline.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/terumbuonline.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/terumbuonline.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/terumbuonline.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/terumbuonline.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/terumbuonline.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/terumbuonline.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/terumbuonline.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/terumbuonline.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/terumbuonline.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/terumbuonline.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/terumbuonline.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/terumbuonline.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/terumbuonline.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=71&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/16/bupati-kepulauan-seribu-sidak-pelabuhan-muaraangke/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f6c7e66952fb9b6a4dc0d5a5addfaf3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">terumbuonline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Voucher Listrik Akan Diberlakukan di Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/16/sistem-voucher-listrik-akan-diberlakukan-di-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/16/sistem-voucher-listrik-akan-diberlakukan-di-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 12:19:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>terumbuonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Djoko Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[kepulauan seribu]]></category>
		<category><![CDATA[listrik pulau]]></category>
		<category><![CDATA[Pari]]></category>
		<category><![CDATA[Tidung]]></category>
		<category><![CDATA[Untung Jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terumbuonline.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama-sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) unit distribusi Jakarta akan memberlakukan sistem prabayar dalam penggunaan tenaga listrik menyusul peresmian layanan listrik 24 jam di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan pada akhir Januari 2008. Bupati Kepulauan Seribu Djoko Ramadhan di Balaikota Jakarta, Senin, mengatakan penggunaan sistem itu sebagai usaha agar masyarakat memanfaatkan layanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=68&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama-sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) unit distribusi Jakarta akan memberlakukan sistem prabayar dalam penggunaan tenaga listrik menyusul peresmian layanan listrik 24 jam di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan pada akhir Januari 2008.</p>
<p>Bupati Kepulauan Seribu Djoko Ramadhan di Balaikota Jakarta, Senin, mengatakan penggunaan sistem itu sebagai usaha agar masyarakat memanfaatkan layanan listik itu secara efisien dan tepat guna sekaligus melindungi dari penggunaan listrik yang mengakibatkan tingginya pembayaran rekening listrik.</p>
<p><span id="more-68"></span></p>
<blockquote><p>&#8220;Dengan menggunakan sistem itu maka masyarakat dapat mengukur sendiri kebutuhan mereka. PLN akan menyediakan voucher itu di kantor kelurahan mereka menyiapkan pos-pos pelayanan warga,&#8221; ujarnya.</p></blockquote>
<p>Ia menambahkan rencananya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akan meresmikan sistem pelayanan listrik 24 jam di Kepulauan Seribu Selatan dengan menggunakan kabel bawah laut yang dibangun sejak 2007.</p>
<p>&#8220;Peresmian akan dilakukan pada 26 Januari pukul 10.00 WIB di Pulau Untung Jawa. Pada tahap awal akan mengaliri pulau Untung Jawa, Pulau Pari dan Pulau Tidung,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu ketika disinggung tentang ketersediaan minyak tanah di Kepulauan Seribu, Djoko mengatakan, saat ini pasokan dan persediaan yang ada cukup baik.</p>
<p>&#8220;Kepulauan Seribu tidak termasuk wilayah yang ikut dalam program konversi minyak tanah ke gas. Di setiap pulau ada agen minyak tanah sehingga ketersediaan aman,&#8221; paparnya.</p>
<p>Demikian juga dengan solar untuk kebutuhan nelayan, stasiun pengisian bahan bakar bagi nelayan di Pulau Tidung pun tidak kekurangan pasokan, sehingga nelayan dapat melaut seperti biasa.</p>
<p>Sebelumnya, kabel bawah laut mulai dibangun sejak awal 2007 sepanjang 43 kilometer yang berawal dari Teluk Naga di Pulau Untung Jawa melalui Pulau Lancang hingga Pulau Tidung dengan aliran listriknya berasal dari gardu induk milik PLN di Tanjung Pasir.</p>
<p>Jalur kabel bawah laut itu dimulai dari gardu induk di Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Pancang, Pulau Payung dan berakhir di Pulau Tidung.</p>
<p>&#8220;Adanya listrik 24 jam di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan tersebut akan mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Karena selama ini aliran listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel hanya beroperasi sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB lebih dari itu tidak ada listrik,&#8221; kata Djoko.</p>
<p>Dengan kondisi itu, menurut Djoko, maka warga sulit mengembangkan industri kecil padahal di kawasan itu potensi hasil laut cukup banyak dari mulai kepiting, ikan teri hingga jenis ikan laut lainnya.</p>
<p>&#8220;Warga sulit melakukan diversifikasi produk sehingga yang dijual hanya bahan mentahnya, sulit membuat produk olahan, sehingga banyak produk dari Kepulauan Seribu yang dikemas oleh pihak lain dengan lebih baik,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sejumlah pulau di kawasan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang akan mendapat aliran listrik adalah Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Pancang, Pulau Payung dan Pulau Tidung.</p>
<p>&#8220;Pada 2008 kabel listrik bawah laut itu akan dikembangkan ke Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dan akan mengaliri Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, Pulau Kelapa dan Pulau Panjang. Pulau Panjang sendiri nantinya akan ada pelabuhan udara,&#8221; paparnya.</p>
<p>Investasi pembangunan kabel bawah laut itu senilai Rp240 miliar. Nilai itu lebih kecil dibandingkan alokasi anggaran untuk penyediaan listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel saat ini yang setahunnya memakan anggaran Rp45 miliar.</p>
<p>Sumber: <em>Antara</em>,14/01/08 16:45</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/terumbuonline.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/terumbuonline.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/terumbuonline.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/terumbuonline.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/terumbuonline.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/terumbuonline.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/terumbuonline.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/terumbuonline.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/terumbuonline.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/terumbuonline.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/terumbuonline.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/terumbuonline.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/terumbuonline.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/terumbuonline.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=terumbuonline.wordpress.com&amp;blog=4948808&amp;post=68&amp;subd=terumbuonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terumbuonline.wordpress.com/2008/10/16/sistem-voucher-listrik-akan-diberlakukan-di-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f6c7e66952fb9b6a4dc0d5a5addfaf3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">terumbuonline</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
